Portal Berita Online

PEKANBARU--Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM hadir langsung memimpin pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (9/2/2026). Turut hadir Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Hj Sulastri SSos MH dan Asisten I Masykur Tarmizi SSTP MSi serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Dikatakan Wali Kota Agung, kehadirannya di Musrenbang tingkat kecamatan tersebut bertujuan untuk mendengarkan dan menampung secara langsung aspirasi yang disampaikan warga untuk keperluan penyusunan kegiatan atau program di 2027 mendatang.
"Jadi (aspirasi) kita tampung semua, nanti akan digodok di Musrenbang kota, mana yang akan dilaksanakan di 2027. Tentunya sesuai dengan keinginan dari masyarakat," ucapnya.
Dalam arahannya, Wako Agung mengatakan, setiap daerah di Pekanbaru memiliki RW. Sehingga tidak ada lagi perbedaan atau prioritas khusus terhadap RW tertentu, tidak ada lagi pengusulan program pembangunan di tingkat kelurahan.
"Program Rp 100 juta per RW ini tetap berbasis RW. Karena tidak ada wilayah yang tidak memiliki RW. Artinya, seluruh RW memiliki hak yang sama untuk mengusulkan pembangunan," kata Wako.
Menurutnya, besaran anggaran Rp 100 juta bukanlah angka yang bersifat kaku. Melainkan, angka Rp 100 juta itu menjadi dasar perencanaan untuk menentukan kebutuhan paling utama dan mendesak di masing-masing lingkungan.
"Rp 100 juta ini bukan sekadar soal nominal. Tetapi bagaimana anggaran tersebut digunakan untuk hal yang paling penting dan paling dibutuhkan oleh masyarakat," jelas Agung.
Di Musrenbang tingkat Kecamatan Marpoyan Damai itu, terang Wali Kota Agung, terdapat berbagai aspirasi yang diusulkan warga, di antaranya pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, kesehatan dan pendidikan, serta penanganan banjir.
"Ada juga pemasangan CCTV, peralatan Posyandu, lampu jalan dan tentang kemasyarakatan di Kecamatan Marpoyan Damai," ungkapnya.
Untuk aspirasi seperti pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), peralatan Posyandu dan perbaikan jalan yang alami kerusakan ringan, Wali Kota Agung memerintahkan agar OPD teknis langsung menindaklanjuti di lapangan.
"Mana yang bisa dilaksanakan hari ini, itu harus dilaksanakan hari ini. Seperti lampu jalan, jalan rusak yang sedikit-sedikit, peralatan Posyandu dan ini menurut kami ada stoknya, tapi kenapa tidak diberikan," ujarnya.
"Jadi setiap selesai Musrenbang, tim (dari pemerintah kota) harus turun (ke lapangan menindaklanjuti aspirasi warga) dan melaporkan langsung kepada saya maupun Pak Wakil dan Pak Sekda," pungkasnya. rr/prokopim