Portal Berita Online

PEKANBARU--Setelah sempat membuat masyarakat resah akibat kelangkaan dan harga yang melambung tinggi, minyak goreng bersubsidi Minyakita kini mulai kembali stabil di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan stok tersedia dan harga jual sudah kembali mendekati ketentuan pemerintah.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Adrizal, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
Menurutnya, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan pasokan Minyakita sudah kembali normal. Pedagang juga mulai menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 15.700 per liter.
“Minyakita di pasar-pasar sudah sesuai HET. Pasokan juga sudah stabil, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Adrizal, Kamis (28/5/2026).
Ia mengakui beberapa waktu lalu distribusi Minyakita ke Pekanbaru sempat mengalami gangguan. Kondisi itu membuat stok di tingkat pedagang menipis dan harga melonjak hingga jauh di atas HET.
Situasi tersebut bahkan sempat menjadi perhatian pemerintah pusat. Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto, turun langsung bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Pagi Arengka dan Pasar Dupa pada 11 Mei lalu.
Dalam sidak tersebut, tim menemukan Minyakita dijual hingga Rp 20 ribu per liter. Harga itu jauh melampaui batas yang telah ditetapkan pemerintah.
Indra kemudian menelusuri rantai distribusi minyak goreng tersebut hingga diketahui barang diperoleh dari pedagang lain yang juga berjualan di Pasar Pagi Arengka. Pemerintah pun langsung melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi agar tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga.
Sidak tersebut turut didampingi Kepala DKP Kota Pekanbaru Adrizal, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Yulianis, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Riau-Kepri Dani Satrio, Kabid Pangan DPTPH Provinsi Riau Wiwik Suryani, serta jajaran Disperindag Provinsi Riau.
Adrizal menambahkan, kondisi pasokan yang kini mulai membaik diharapkan dapat mengembalikan rasa tenang masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Pemerintah juga meminta warga tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok saat ini dinilai mencukupi.
Selain itu, pengawasan terhadap distribusi dan harga Minyakita akan terus dilakukan secara berkala agar gejolak harga tidak kembali terjadi di pasaran.
“Yang terpenting sekarang masyarakat tidak perlu panik. Pasokan tersedia dan pemerintah terus melakukan pengawasan,” tutupnya.[rr/pgi]