Portal Berita Online

MERANTI--Suara langkah pesilat dan dentingan gasing kayu memecah suasana di lapangan gasing H Yahya Hulu Asam, Kelurahan Teluk Belitung, Senin (11/8/2025). Dua tradisi khas Melayu itu menjadi daya tarik utama dalam Festival Budaya Kemerdekaan yang digelar Organisasi Peduli Pemuda (OPP) dan Komunitas Gasing (Komgas) Teluk Belitung dengan dukungan PT Imbang Tata Alam (ITA).
Ajang ini menghadirkan pertandingan silat pengantin (silat sembah) putra dan putri, serta lomba gasing putra. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia ini berlangsung hingga, Selasa (12/8/2025). Mengangkat tema "Semarak Festival Budaya Kemerdekaan."
Festival bertujuan membangkitkan semangat kebudayaan Melayu, menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, dan menjaga marwah Melayu agar tetap lestari di tengah tantangan global. Penanaman kecintaan terhadap budaya sejak dini diharapkan mampu memperkuat identitas Melayu Riau di masa depan.
Field Senior CSR PT ITA Arip Hidayatuloh mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga peluang untuk mendorong ekonomi masyarakat setempat.
“Seperti kata pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Harapannya, PT ITA bukan hanya dikenal, tetapi juga diterima dengan baik oleh masyarakat. Melalui kegiatan positif ini, kita dapat mengembangkan keunikan daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Semoga generasi muda dapat mewarisi budaya Melayu melalui ajang gasing dan silat pengantin ini,” ungkap Arip.
Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Merbau Syafruddin SHum mengapresiasi pelaksanaan festival yang merupakan kegiatan perdana hasil kerja sama OPP dan Komgas Teluk Belitung.
“Kami sangat berterima kasih kepada OPP dan Komgas yang mendapat dukungan PT ITA. Melalui kegiatan ini anak-anak sejak dini telah ditanamkan nilai-nilai budaya. Semoga budaya Melayu tetap terjaga dan mampu membangkitkan semangat olahraga dan kepemudaan,” harapnya.
Lebih lanjut, Kepala Bagian Kebudayaan Disparpora Kepulauan Meranti Abdullah MPd turut menyampaikan apresiasi atas sinergi kegiatan positif di Kecamatan Merbau ini. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kebudayaan.
“Kepulauan Meranti adalah wilayah perbatasan yang memiliki tradisi silat dan gasing ratusan tahun lalu. Kolaborasi ini sangat luar biasa dan harus berkelanjutan. Silat dan gasing bisa menjadi ikon budaya Kecamatan Merbau ke depannya,” ungkap Abdullah.
Sementara itu, Camat Merbau Hj Wan Jumiati SE MSi turut mengapresiasi gelaran festival tersebut. “Melalui ajang ini, kami berharap generasi muda semakin termotivasi untuk menjaga kelestarian budaya Melayu ke depan,” pungkasnya.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kepulauan Meranti Darsini SM, Camat Tasik Putri Puyu Zainal SE, Lurah Teluk Belitung Mashuri ST, Ketua LPMK Teluk Belitung Epolizan, Ketua OPP Teluk Belitung Yoldi Asadi SP beserta anggota, perwakilan Polsek dan Koramil Merbau, tokoh masyarakat serta peserta lomba.
Pertandingan silat pengantin tingkat SD/SMP sederajat diikuti sebanyak 19 peserta putra dan 7 peserta putri. Sementara itu, untuk pertandingan gasing tingkat SD/SMP sederajat diikuti sebanyak 12 peserta putra (dua tim) yang diwakili dari Kecamatan Merbau, Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menyukseskan kegiatan positif kali ini, panitia mendatangkan tiga orang juri silat dari Selatpanjang yang sudah bersertifikasi sampai tingkat nasional, antara lain Eko Priyono, SE MSi, Markos Kuada SPd dan Hengki Saputra SPd.mal