Portal Berita Online

SELATPANJANG--Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Selatpanjang berlangsung dengan suasana yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna. Dalam momentum tersebut, serikat buruh di Kabupaten Kepulauan Meranti secara tegas menyatakan dukungan terhadap program Sabuk Kamtibmas, sebuah inisiatif kolaboratif untuk menjaga keamanan dan stabilitas daerah.
Deklarasi ini menjadi simbol kuat bahwa buruh tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga ketertiban sosial. Dukungan tersebut disampaikan oleh perwakilan KSPSI dan FSPTI, disaksikan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, serta Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi.
Program Sabuk Kamtibmas sendiri mengedepankan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat. Fokusnya jelas: deteksi dini potensi gangguan, pencegahan konflik, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati H Asmar menegaskan pentingnya peran buruh sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pekerja yang selama ini turut mendorong kemajuan Meranti.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga menunjukkan komitmennya melalui perlindungan terhadap 5.005 tenaga kerja rentan lewat program BPJS Ketenagakerjaan, sebagai upaya memberikan rasa aman dalam bekerja.
Sementara itu, Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi menyoroti keberhasilan Meranti dalam menjaga peringatan May Day tetap kondusif selama 17 tahun terakhir. Ia menilai, dukungan buruh terhadap Sabuk Kamtibmas menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan solidaritas antara masyarakat dan aparat.
Di sisi lain, momentum ini juga dimanfaatkan buruh untuk menyuarakan aspirasi. Ketua Serikat Buruh Kepulauan Meranti Raja Alfian, menekankan pentingnya penetapan upah sektoral, khususnya bagi pekerja bongkar muat, guna mencegah potensi konflik. Ia juga menyoroti perlunya perlindungan yang lebih baik bagi pekerja sektor ritel, terutama terkait keadilan upah dan jam kerja.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan Sembako dan bibit pohon kepada perwakilan buruh, sebuah simbol kepedulian sekaligus harapan akan kesejahteraan dan keberlanjutan di masa depan.
Momentum May Day tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar peringatan. Ia menjelma menjadi ruang kolaborasi, tempat bertemunya aspirasi, apresiasi, dan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[rr/mgi]