242 Tahun Pekanbaru: KolaborAksi Mewujudkan Kota Maju, Hijau, dan Berdaya Saing

2 Viewer  SELASA, 23-6-2026-11:37:36 WIB
Reporter : Riau Raya

PEKANBARU--Kota Pekanbaru pada 23 Juni 2026 genap berusia 242 tahun. Momentum bersejarah ini mengusung tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi” dengan tagline “Pekanbaru KolaborAksi” yang menegaskan arah pembangunan kota berbasis sinergi seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan hasil nyata bagi warga.


Peringatan Hari Jadi ke-242 ini menjadi refleksi perjalanan panjang Pekanbaru yang selama lebih dari dua abad berkembang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pendorong utama perekonomian Provinsi Riau. Di tengah dinamika tersebut, transformasi pembangunan terus berjalan di berbagai sektor.


Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, menegaskan bahwa Hari Jadi Kota Pekanbaru bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun kota.


“Pekanbaru harus terus bergerak maju melalui kolaborasi. Semua program yang kita jalankan harus benar-benar menjadi aksi nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Agung Nugroho.


Wakil Wali Kota Pekanbaru, H Markarius Anwar ST MArch, menambahkan bahwa arah pembangunan saat ini difokuskan pada dampak langsung bagi masyarakat.


“Kami memastikan seluruh kebijakan dan program tidak berhenti pada perencanaan, tetapi hadir sebagai solusi nyata bagi kebutuhan warga,” katanya.


Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan Fiskal Daerah


Dari sisi ekonomi, Pekanbaru mencatat pertumbuhan sebesar 7,91 persen pada Triwulan I Tahun 2026, melampaui rata-rata nasional. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, investasi, dan aktivitas usaha.


Kepala Bappeda Kota Pekanbaru drh H Muhammad Firdaus MSi menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari penguatan tata kelola pembangunan daerah.


“Kenaikan PAD dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun merupakan hasil digitalisasi layanan, penyederhanaan perizinan, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak,” ujarnya.


Pemerintah Kota Pekanbaru juga mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan tersebut sebagai bentuk peningkatan kinerja fiskal daerah.


Infrastruktur, Lingkungan, dan Kota Berkelanjutan


Di sektor infrastruktur, pemerintah terus melakukan percepatan pembangunan jalan, penataan drainase, dan penanganan banjir. Pemeliharaan jalan lingkungan telah dilakukan sepanjang ±7.000 meter di 15 kecamatan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru Edward Riansyah SE MM menjelaskan bahwa pembangunan diarahkan pada konektivitas dan kualitas lingkungan.


“Fokus kami bukan hanya membangun, tetapi memastikan infrastruktur memberi kenyamanan dan solusi jangka panjang bagi warga,” ujarnya.


Pada sektor lingkungan, pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh kelurahan menjadi langkah strategis untuk memastikan pengangkutan sampah rumah tangga setiap hari.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra SIP MSi menegaskan pentingnya perubahan perilaku masyarakat.


“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Karena itu, gerakan pilah sampah terus kami dorong sebagai budaya baru masyarakat perkotaan,” katanya.


Sejalan dengan program Green City, Pemko juga melibatkan ASN dan non-ASN sebagai teladan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.


Selain itu, Pemerintah Kota juga melakukan uji coba bus listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara perkotaan.


Pelayanan Publik, Pendidikan, dan Ekonomi Kerakyatan


Di sektor pendidikan, pemerintah menghadirkan program transportasi gratis bagi pelajar sebagai upaya meringankan beban keluarga sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum.


Sementara itu, sektor ekonomi kerakyatan diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan UMKM berupa subsidi bunga pinjaman, bantuan usaha, serta penciptaan wirausaha baru.


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru Dr H Idrus SAg MAg menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi fokus utama dalam menekan angka kemiskinan.


“UMKM adalah penggerak ekonomi lokal. Melalui berbagai program ini, kami dorong agar pelaku usaha semakin berkembang dan naik kelas,” ujarnya.


Program tersebut turut berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan Kota Pekanbaru hingga sekitar 3,1 persen.


Dalam peningkatan layanan publik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Aman, dan Nyaman).


Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru Hj Irma Novrita SSos MSi menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk transformasi pelayanan berbasis jemput bola.


“Mobil AMAN kami hadirkan agar masyarakat dapat mengakses layanan administrasi kependudukan dengan lebih cepat, mudah, dan dekat tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.


Rangkaian HUT ke-242 dan Program Sosial Masyarakat


Dalam rangka Hari Jadi ke-242, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan 48 rangkaian kegiatan yang mencakup pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, olahraga, hingga pelestarian budaya Melayu.


Sejumlah program unggulan juga digelar, antara lain:


-Penghapusan sanksi administratif (denda) pajak daerah hingga 31 Agustus 2026

-Pemasangan listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu

-Sunatan massal gratis bagi ribuan anak

-Layanan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) gratis selama 3 hari

-Parkir gratis di sejumlah titik

-Promosi UMKM dan kegiatan ekonomi kreatif


Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi SSTP MSi menyampaikan bahwa kebijakan transportasi gratis merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.


“Momentum hari jadi kami jadikan ruang berbagi manfaat bagi masyarakat melalui layanan transportasi gratis,” ujarnya.


Festival Budaya dan Rekor MURI


Perayaan HUT ke-242 juga dimeriahkan dengan Festival Kue Talam Ketan Durian sepanjang satu kilometer yang menjadi ikon utama perayaan tahun ini.


Kegiatan tersebut menarik ribuan masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari, menjadikannya salah satu event terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Kota Pekanbaru.


Wali Kota Agung menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat melampaui ekspektasi. “Kami melihat partisipasi masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya masih sangat dicintai,” ujarnya.


Puncak kegiatan ini ditandai dengan diraihnya penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori sajian Kue Talam Ketan Durian terpanjang. Perwakilan MURI menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.


“Ini merupakan bukti nyata kreativitas dan kolaborasi masyarakat Pekanbaru dalam mengangkat budaya lokal ke tingkat nasional,” ungkapnya.


Melalui rangkaian program, capaian pembangunan, dan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan, Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa semangat KolaborAksi bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata.


Pekanbaru 242 tahun menjadi simbol perjalanan kota menuju arah yang lebih maju, modern, hijau, dan tetap berakar pada nilai budaya Melayu melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. (ADV)